Kamis, 21 April 2016

Struktur Kepengurusan Pemerintah Desa Wonorejo

Tak akrab jika tak kenal, :D
Berikut adalah susunan Kepengurusan Pemerintah Desa Wonorejo 

Kepala desa                                      : Rudi Gunawan
Sekretaris Desa                                : Widodo
Kepala Urusan Pemerintahan           : -
Kepala Urusan Umum                     : -
Kepala Urusan Pembangunan          : -
Kepala Urusan Kesra                       : Suyadi
Kepala Urusan Keuangan                : Joko Prayitno
Kepala Dusun
1. Dusun I                                        : Haryono

2. Dusun II                                       : Widodo Mulyo, S.Pd. I
Teknisi Administrasi                       : 1. Azka Amri Nashuchca, S.E
                                                          2. Ipunk Purwanti, Sp.d                                            


Demografi Desa Wonorejo

Desa Wonorejo terletak di daerah strategis, yakni berbatasan dengan jalan raya Solo-Tawang Mangu dan Sidan-Sukoharjo, karena dekatnya dengan akses jalan raya maka perkembangan ekonomi masyarakat setempat semakin lama semakin maju.
a)      Batas Wilayah Desa
Letak geografi Desa  Wonorejo , terletak diantara :
Desa Wonorejo merupakan salah satu desa yang terdapat di perbatasan Desa Klumprit, Desa Jatisobo, Desa Mranggen dan Desa Cangkol sehingga sangat menunjang aktivitas ekonomi dalam bidang pertanian. Di Desa Wonorejo terdapat jalan utama yang merupakan aksesibilitas atau jalur penghubung yaitu menghubungkan antar beberapa kecamatan dan merupakan jalur penghubung untuk memasarkan hasil pertanian.
b)      Luas Wilayah Desa
1.      Pemukiman                       : 122      ha
2.      Pertanian Sawah               : 147.4170  ha
3.      Ladang/tegalan                 : 1.39 ha
4.      Hutan                                : - 
5.      Rawa-rawa                        : -
6.      Perkantoran                       : 0,25    ha
7.      Sekolah                             : 0,75    ha
8.      Jalan                                  : 80       ha
9.      Lapangan sepak bola         : 1        ha
c)      Orbitasi
1.      Jarak ke ibu kota kecamatan terdekat                  :  1KM
2.      Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan           :  15 Menit
3.      Jarak ke ibu kota kabupetan                                  : 6 KM
4.      Lama jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten          :  1 Jam
d)     Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin
1. Kepala Keluarga     :1452 KK
2. Laki-laki                  : 3254Orang

3. Perempuan              : 3264 Orang

Sejarah Desa Wonorejo

Desa Wonorejo merupakan satuan wilayah pemerintah yang berada di kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo berdasarkan struktur pemerintahannya Desa Wonorejo di pimpin oleh Kepala Desa/ Lurah Desa. Ada 2 Kebayanan yang merupakan pembagian wilayah administrasi. Dibawah kebayanan terbagi lagi dalam satuan wilayah administrasi 6 RW dan pada struktur pemerintahan paling bawah terdapat 29 RT.
Sejarah Desa Wonorejo kami susun atas dokumentasi para sesepuh warga Desa Wonorejo, menurut dokumentasi tersebut warga Desa Wonorejo tergabung dalam Trah Kyiai Imam Syuhodo Wonorejo. Dalam sejarah ini telah dibenarkan / disahkan Kraton Surakarta dan Kraton Yogyakarta, berikut para pemimpin yang membenarkan atas kedua Kraton tersebut :
1.      Trah susunan PB IV Surakarta (RM. Rio Yosodipuro)
2.      Tepas Darah Dalem Kraton Yogyakarta (KRT. Darudiningrat)
Dokumentasi tersebut disahkan pada tanggal 1 Muharom 1400 H atau bertepatan pada 31 November 1979 M. Tanggal tersebut sesuai dengan dokumen Trah Kyai Imam Syuhodo dan dalam sejarahnya Dukuh Wonorejo berawal sejak Pemerintahan Kraton Surakarta apda masa Sri Susuhunan PB IV bertahta, diperkirakan pada tahun 1785 M.
Pendiri (Founding Father) Dukuh Wonorejo adalah Kiai Imam Syuhodo Apil Qur’an, beliau diangkat menjadi Wedono Perdikan dari Sinuhun PB IV dan dianugrahi Tanah Honggobayan (masih berwujud hutan) yang berbatasan dengan Tanah Sukowati dan Tanah Keduang, serta ia diperintahkan untuk membabt hutan guna tempat tinggal dan mendirikan pondok pesantren.
Imam Syuhodo diangkat menjadi Ulama kraton dan sebagai guru ngaji Sinuhun PB IV. Atas restu dari Sinuhun Kraton Surakarta maka pondok asuhan Kiai Imam Syuhodo kian hari kian berkembang dan santrinya tidak hanya dari kraton Surakarta, namun dari luar juga. Sehingga masjid dalam pondok Kiai Imam Syuhodo yang awalnya kecil mendapat perhatian khusus dari Sinuhun PB IV kemudian pondok tersebut di anugrahi perkakas perbaikan masjid berwujud :
1.      Buah ompak merupakan bekas kraton Surakarta
2.      4 buah Soko
3.      1  buah ondo (tangga) untuk loteng dari kayu sengekran dalem yang dibuat dari kayu hutan Donoloyo.
4.      1 buah Kubah (mustoko masjid) berasal dari masjid Kraton di Langenharjo
5.      1 buah lampu katrol dari kaca bersumbu 4, berasal dari Kraton Surakarta.
Masjid Agung Wonorejo, dibangun dengan kontruksi bangunan berloteng, yakni dengan sejarah pada saat Sinuhun PB IV belajar kepada Kiai Imam Syuhodo beliau tinggal di loteng Masjid, pemyusuan wulangkreh (buku pengajaran) juga disimpan di Masjid Agung Wonorejo.
Perkembangan pondok pesantren disaksikan langsung oleh Sinuhun PB IV, maka atas perkenaan beliau wilayah Pondok Pesantren Kiai Imam Syuhodo doberi nama WONOREJO, yang berasal dari kata WONO yang berarti hutan dan REJO yang berarti rame, yakni dapat didefinisikan hutan yang ramai. Kiai Imam Syuhodo sebagai abdi dalem Kraton dan menjabat sabagai Wedono Perdikan dianugrahi nama Raden Nagbei Imam Syuhodo, selanjutnya Kiai Imam Syuhodo diangkat me njadi sesepuh dan pimpinan Dukuh Wonorejo.
Sejarah desa merupakan satu hal yang tidak dapat dilupakan, sebagaimana menjadi dasar bentuk desa sekarang. Kondisi sekarang desa Wonorejo sudah berkembang dalam berbagai sektor, secara singkat dapat disebutkan :
1.      Merupakan lintasan lalu lintas regional
2.      Kawasan Industri potensi Lahan pertanian dan perkebunan
Perkembangan diatas dapat dikatakan kekuatan / potensi desa untuk maju dan dukungan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi desa. Dalam setiap perkembangan pasti terdapat hambatan dan tantangan serta dampak dari perkembangan itu sendiri. Adapun dalam permasalah yang dihadapi desa saat ini adalah sebagai berikut :
1.      Pada bidang pembangunan masih banyak Sarana Prasarana yang kurang memadai.
2.      Pada bidang pertanian masih jauh dari kekurangan.
Berdasarkan sejarah, kekutan dan kelemahan yang ada sebagaimana tersebut diatas, desa memiliki harapan dan cita-cita ke depan sebagai desa yang makmur menurut Negara dan Agama. 

editor,

Azka